Tuale’u,gmitklasiskupangbarat.or.id, -Kehadiran Majelis Klasis Harian MKH) GMIT Kupang Tengah dan Majelis Jemaat Harian (MJH) dari 5 jemaat GMIT Klasis Kupang Tengah yang berada dalam wilayah Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang dalam pertemuan menjadi pertanda kesiapan bergabung membentuk GMIT Klasis Nekamese.

Rabu (4/2/2026) berlangsung pertemuan antara MKH Klasis Kupang Barat, MKH Klasis Kupang Tengah, MJH 5 jemaat dari Klasis Kupang Tengah, MJH 17 jemaat dari Klasis Kupang Barat, Panitia Pemekaran Klasis Kupang Barat dan Panitia Pemilihan Majelis Klasis Nekamese. Pertemuan dilaksanakan di rumah ibadah GMIT Jemaat Lopo Maus Tuale’u Desa Tunfe’u Kecamatan Nekamese. Pertemuan dipimpin oleh Ketua Majelis Klasis Kupang Barat Pdt. Doddy S. Octavianus, S.Th dan Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah Pdt. Alfred Waang Sir, S.Th.
“Pemekaran Klasis Kupang Barat dan membentuk Klasis Nekamese diputuskan dalam Persidangan Istimewa Klasis Kupang Barat tahun 2023 di Jemaat Masa Meriba Tuamese. Keputusan itu kemudian disampaikan dalam Persidangan Sinode tahun 2023 di Sabu. Diputuskan untuk dilakukan pengkajian dan persiapan dalam periode 2024-2027. Keputusan final pemekaran akan dilakukan dalam persidangan Sinode GMIT tahun 2027 di Maumere,” ujar Pdt. Doddy. Oleh karena itu, Klasis Kupang Barat berinisiatif untuk mengajak jemaat-jemaat Klasis Kupang Tengah yang terletak di Kecamatan Nekamese untuk bergabung membentuk Klasis Nekamese. Di Klasis Kupang Barat terdapat 17 jemaat yang terletak di Kecamatan Nekamese, sementara Klasis Kupang Tengah terdapat 5 jemaat. Di samping itu, keuangan klasis yang stabil dan melampaui target setiap tahun memungkinkan untuk adanya pemekaran.
“Kami saat ini di Klasis Kupang Tengah terdapat 50 jemaat yang tersebar di Kecamatan Kupang Tengah, Taebenu dan Nekamese. Di Kecamatan Nekamese terdapat 5 jemaat yaitu Kanaan Besmarak, Eklesia Tanenofunan, Ora Et Labora Kaemeu, Hosana Kuaputu dan Lahairoi Biupu.” urai Pdt. Alfred. Baginya 5 jemaat itu telah siap untuk bergabung dan membentuk Klasis Nekamese. Oleh karena itu, hasil pertemuan hari ini akan dibawa dalam Persidangan Majelis Sinode tanggal 9-14 Februari 2026 di GMIT Center.
Sementara itu perwakilan dari 5 jemaat yang hadir menyatakan kesediaan untuk bergabung. Hal ini disebabkan letak geografis yang lebih dekat dan berada dalam satu wilayah kecamatan. Kelima jemaat siap untuk bersama mengurus data-data administratif, keuangan dan hal-hal lainnya yang dibutuhkan untuk membentuk klasis baru.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana kerja panitia Pemekaran Klasis Kupang Barat. Ketua panitia Pdt. Hanok Tefnay, S.Th, M.Pd menyampaikan bahwa akan ada kajian dan pemetaan berdasarkan data-data dari 22 jemaat, sosialisasi ke jemaat-jemaat yang akan digabung dalam beberapa tempat pertemuan, kesepakatan nama klasis yang dimekarkan dan digabung dengan profil jemaat dan pembagian rayon atau teritori, gambaran keuangan dari tiap jemaat dan persiapan lokasi kantor dan pastori klasis. Semua rencana kerja itu akan dibuat dalam jadwal atau kalender pelayanan selama tahun 2026 dan akan dilanjutkan di tahun 2027.

Dalam pertemuan ini hadir Panitia Pemilihan Majelis Klasis Nekamese periode pelayanan 2028-2031. Pdt. Marthen L. Bili, S.Th selaku ketua panitia menyampaikan rencana kerja panitia. Kegiatan panitia yaitu sosialisasi atau penjemaatan peraturan pemilihan majelis klasis ke jemaat-jemaat yang digabung di beberapa tempat. Kegiatan ini diharapkan bersamaan dengan sosialisasi dari panitia pemekaran klasis. Di samping itu akan dipersiapkan rencana kerja panitia sampai pemilihan di tahun 2027. Ia berharap di tahun 2027 jemaat-jemaat mempersiapkan pemilihan penatua, diaken dan pengajar periode 2028-2031.

Pdt. Nofi Lulu Ketua Majelis Jemaat GMIT Jemaat Eklesia Tanenofunan yang ditemui setelah pertemuan menyampaikan bahwa pemekaran dapat mendekatkan pelayanan. Ia mengharapkan kemajuan pelayanan GMIT lebih ditingkatkan dalam bidang-bidang yang bukan saja dalam kehidupan jasmani tetapi juga peningkatan kehidupan rohani. Dalam hal ini pengajaran, pendidikan jemaat dan pengetahuan secara umum gereja yang menekankan bagaimana hidup beriman sesungguhnya. Pengajaran-pengajaran GMIT lebih ditingkatkan untuk masa depan GMIT.
Untuk saat ini terdapat 46 jemaat dalam wilayah pelayanan Klasis Kupang Barat. 17 jemaat di Klasis Kupang Barat yang siap membentuk Klasis Nekamese yaitu Jemaat Siloam Oelomin, Ora Et Labora Atonifui, Oemathonis Noelsinas, Betel Oeana, Haumeni Nisum, Lopo Maus Tuale’u, Hosana Oekona, Jemaat Bermata Jemaat Nilopon, Betel Mukefeto, Tiberias Oepaha, Pondok Pengharapan Oeana, Jemaat Bermata Jemaat Sakalak, Tri Tunggal Pasneno, Gibeon Bone, Elroi Oteba, Getsemani Banbiu dan Elim Oebali.
GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f
Laporan: Pdt. yft hb




