Kupang,gmitklasiskupangbarat.or.id, -Sejak 15 sampai 22 September 2022, para pelayan GMIT Klasis Kupang Barat berada di Jakarta. Para pelayan yang terdiri dari 1 vikaris, 3 penatua dan 18 pendeta mengikuti studi banding di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta. Rombongan dipimpin oleh Ketua Majelis Klasis Kupang Barat Pdt Doddy S. Octavianus dan Ketua Panitia Pdt. Netty S. Dubu. Keseluruhan acara dikoordinir oleh Vik. Maya R. Beri dan Pdt. Aneke B. Ina. Rombongan disambut oleh Ketua STFT Jakarta Pdt Prof. Binsar Pakpahan.
Selama dua hari pada 16 dan 17 September mendapatkan kuliah tematik oleh para dosen STFT Jakarta. Tema yang disajikan yaitu gereja ramah anak dan ibadah anak, teologi trauma dan perkembangan ilmu teologi. Di samping itu disajikan tentang liturgi dan musik gereja.
Selain perkuliahan tematik, para peserta melakukan kunjungan ke Masjid Iqlal Jakarta, GPIB Paulus Jakarta, Gereja Katedral Jakarta, Women’s Crisis Center Pasundan Durebang Gereja Kristen Pasundan di Bandung dan ibadah minggu di GKI Kwitang Jakarta.

Peserta melakukan perjalanan wisata berkeliling Jakarta dan Bandung. Setiap area yang dilewati dengan menggunakan bus yang memberi pemandangan menarik tentang Jakarta dan Bandung. Khusus di Bandung peserta dipandu oleh Kang Asep. Tempat-tempat wisata sejarah dan kuliner dikunjungi. Tak lupa area Pantai Indah Kapuk Satu dan Dua. Bukan hanya Kota Bandung yang dikelilingi, tetapi sampai ke Lembang Bandung Barat untuk memanjakan mata dengan di area wisata The Great Asia-Africa dan Hutan Mycelia.
Satu hal yang tak terjadwal tetapi menjadi bagian penting memupuk kekerabatan: bertemu sahabat, kenalan dan keluarga. Momen haru selalu nampak dalam pertemuan antar pribadi. Jarak dan waktu menjadi pemisah. Bertemu fisik menjadi pengobat rasa. Sentuhan fisik mengalirkan rasa kasih atas tiap waktu hidup bersama di sudut berbeda. Segala cerita mengalir untuk mengingatkan tentang kebersamaan di masa lalu dan usaha mengggapai masa depan di negeri berbeda.
Undangan jamuan makan tak ketinggalan didapatkan. Jamuan keluarga untuk masing-masing pribadi maupun jamuan bersama untuk rombongan. Sementara di penginapan STFT Jakarta selalu tersedia menu berbeda setiap hari. Katanya untuk merasakan cita rasa yang lain untuk memanjakan lidah.
Belajar, berwisata, tetapi juga tak ketinggalan membawa tanda mata. Ilmu diperoleh, mata dan hati disegarkan. Semangat baru merebak dalam lelah berkegiatan. Sebuah perjalanan dengan banyak gumul dan juang.
Panitia dibentuk dan diperhadapkan dalam persidangan majelis klasis di GMIT Elroi Oteba. Panitia dipimpin oleh Pdt. Philipus Rehiara (Pdt. Yan). Dalam perjalann waktu, Pdt. Yan dan Pdt. Johan Kakiay dimutasikan ke Klasis Kota Kupang Timur dan Kota Kupang. Terjadi perubahan sehingga Pdt. Netty Dubu didaulat menjadi ketua, Pdt. Sahaya Z. Manafe sebagai sekretaris dan Pdt. Viktor P. Boru menjadi Koordinator Usaha Dana.
Berbagai upaya dilakukan untuk mengumpulkan dana. Bazar makanan dan segala kendalanya. Penjualan kalender, tas, tumbler dan lika likunya. Pengedaran proposal dan tantangannya. Kontribusi jemaat-jemaat melalui APBJ, natura dan doanya yang dipanjatkan. Pribadi-pribadi yang berdonasi dengan segala harapan. Sungguh, suatu perpaduan agar bersama mencapai tujuan. Terpujilah Tuhan.
GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f
Laporan: Pdt. yft hb




