Kupang,gmitklasiskupangbarat.or.id, -Paduan suara GMIT Klasis Kupang Barat Kubavox (Suara dari Kupang Barat) telah mengikuti Simfoni Persaudaraan GMIT tahun 2026, suatu ajang perlombaan antar jemaat dan klasis dalam wilayah pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor. Perlombaan dilaksanakan di GMIT Center Kupang pada 7-9 Oktober 2026. Kubavox meraih predikat Gold 2 (juara 2) dan Penampil Terbaik (Best Performer). Berikut kami sajikan cerita di balik panggung Kubavox bagian 2.

Nikolas Laidat (pendamping, Jemaat Imanuel Oenesu)
“KUBAVOX: Suara Dari Kupang Barat, bukan sekedar nama tapi memiliki makna yang kuat bagi peserta Klasis Kupang Barat. Sebagai salah satu pendamping yang dipercaya untuk membantu mengatur mereka, beta sangat bangga. Mulai saat seleksi, persiapan latihan, memang KubaVox ini sudah punya mental melayani Tuhan dengan suara. Artinya peserta ini bukan hanya untuk sekedar latihan tetapi mereka memiliki hati yang tulus untuk melayani Tuhan dengan suara mereka. Setiap proses latihan mereka ikut dengan baik.
Yang lebih berkesan adalah KubaVox ini berbeda dan perdana di mana mereka dilatih oleh 3 orang yaitu Kak Rando, Kak Disan dan Kak Ever. Tiga pelatih ini memilik karakter dan cara melatih yang berbeda namun menyatu dalam sebuah irama yang baik. Ada keseimbangan dan keteraturan yang luar biasa. Lebih dari itu mereka adalah pelatih yg diberkati Tuhan. Ketika berlatih setiap peserta diajar untuk bernyanyi yang baik, soal juara itu Tuhan yang menentukan. Karena itu peserta Kubavox selalu berlatih dengan sungguh, walaupun sifat dan karakter yang berbeda. Memiliki pelatih yang sangat tegas dan disiplin, namun peserta mampu mengikuti dengan baik 3 lagu yang disiapkan panitia.
Lagu-lagu yang dinyanyikan terasa berat bagi kami yang bukan peserta tetapi kuasa Tuhan mampu membuat KubaVox tampil dengan memukau. Banyak penonton terpesona, banyak penonton berteriak seakan kami adalah juara. Buat kami Kubavox juara di hati kami. Juara untuk Tuhan. Juara 2 (Gold 2) dan Best Performer jatuh ke Kubavox itu seperti anugerah terindah dari Tuhan.
Ada satu kebiasaan lucu dari saya selaku pendamping. Di sela-sela persiapan di hari pertama dan kedua, saat sebelum tampil saya selalu minta kalau foto harus buat simbol angka 1 menggunakan jari elunjuk ke depan. Ini sebuah simbol semangat dan yakin Kubavox bisa menjadi juara satu. Dalam setiap momen pasti harus buat simbol telunjuk ini. Dan memang ini terjadi apakah ini kebetulan atau memang Tuhan yang memberi. Satu jari telunjuk Tuhan memberi 2 hadiah luar biasa dahsyat yakni juara 2 dan juara 1 penampilan terbaik penyajian lagu etnik rohani terbaik.
Ini sungguh luar biasa, penampilan mereka memang berbeda, lebih menjiwai, mereka menyatu dengan lagu, cerita dalam bentuk nada-nada yang memilik makna dan arti, khususnya lagu etnik. Ketika mereka tampil saya seperti merasakan gempa tektonik yang dahsyat. Saya yakin mereka keluar sebagai juara, juara untuk Tuhan dan untuk Klasis Kupang Barat.
Terima kasih tak terhingga kepada Tuhan. Terima kasih Bapa Ketua Majelis Klasis Kupang Barat dan seluruh Pendeta Klasis Kupang Barat yang sudah memberikan support dana dan doa yang tulus. Terima kasih bagi seluruh sponsor yang telah mendukung. Terima kasih buat Pdt. Yanti dan Pdt Jenny yang sudah membantu mengurus makanan dan Aci Angelo Backery yang menjadi sponsor snack. Kak Yudit dan Kak Elsa yang sudah menjadi pendamping terbaikk, selalu ada setiap saat. Terima kasih Pdt. Aneke Namah-Ina yang juga sebagai motivator terbaik bagi Kubavox. Terima kasih buat adik-adik peserta yang luar biasa, talenta-talenta ini selalu menjadi berkat. Bagi semua yang mendukung dan mendokan Kubavox, maupun jemaat pengutus terima kasih banyak. Semoga KubaVox semakin jaya dan tetap berkarya dari sekarang dan selamanya. Amin.”

Heldi Y. Ndun (suara alto, Jemaat Yegar Sahaduta Oenaek)
“Setelah ikut ini lomba paduan suara, beta bersyukur bisa dapat kesempatan belajar banyak hal dan dapat banyak ilmu. Baik itu teknik bernyanyi yang baik dan benar dan banyak hal lagi. Karena bernyanyi itu bukan hanya butuh suara bagus dan teknik yang benar, tapi bagaimana bernyanyi dengan kerendahan hati, dengan iman dan sukacita, karena talenta yang sudah Tuhan berikan katong pakai untuk pelayanan.
Bisa mendapat ilmu dan hal-hal baik dari 3 pelatih yang hebat. Katong yang awalnya belum mengerti dan paham namun dengan semangat, cara melatih yang baik dan membuat suasana sonde membosankan. Para pelatih yang luar biasa yang sudah Tuhan pakai. Pelatih mengajari dan melatih dengan sabar, sehingga katong bisa paham ilmu yang diberikan. Pujian dan sembah hanya untuk Tuhan yaitu bisa membuat kami mendapatkan juara 2. Ilmu dan pengetahuan yang sudah katong dapat juga bisa berbagi kepada orang lain serta untuk pelayanan di gereja. Bisa mengenal dan mendapat banyak teman dari gereja lain yang mempunyai talenta, karakter, sifat berbeda-beda, keunikan sendiri dan pembawaan diri yang baik. Selalu ada sukacita dalam setiap kebersamaan sebagai saudara seiman.
Sukanya: bisa dapat banyak teman, bisa mengenal orang orang hebat yang punya talenta, bisa jalan-jalan sekalian melihat kampung dan gereja lain. Ada hamba-hamba Tuhan yang luar biasa di Klasis Kupang Barat yang mendukung kami, baik materi, semangat dan doa. Baik secara langsung maupun lewat media sosial. Pendamping dan official, pengurus klasis yang selalu siap ada dan mengurus segala sesuatu untuk kepentingan lomba. Orang-orang hebat yang Tuhan pakai, doa dari para pendeta dari masing-masing gereja, majelis dan jemaat serta orang-orang terkasih yang sudah siap kostum dan sebagainya. Beta terus mendapat chat dan telpon bagaimana hasil karna ada yang tidak bisa datang nonton secara langsung karena jarak.
Dukanya: Hampir celaka dengan bemo karena sonde bisa naik tanjakan gunung Manulai. Sempat marah, jengkel dengan kawan yang datang terlambat katong sampai menunggu berjam-jam sampai lapar, lambung kumat, mengantuk dan capek. Ada kawan-kawan juga yang datang terlambat dan ketika pelatih sampai tapi penyanyi belum lengkap, maka pelatih pulang, tanpa latihan. Ada kawan-kawan yang banyak maen gila. Kami jalan pagi dari rumah dan pulang ketika sudah malam. Namun ada sukacita di setiap selesai sesi latihan.”

Pdt. Melyanti S. U. Zogara (pendamping, pelayan GMIT Lidamanu Batubao
“Kubavox dipenampilan hari pertama sangat keren. Dari awal mereka sudah terlihat percaya diri. Di penampilan hari kedua mereka lebih mantap dan sukses membawakan lagu rohani berbahasa daerah dengan rasa dan hati. Nyanyian mereka benar-benar sampai di hati pendengar. Besar harapan beta, mereka terus bernyanyi, tidak cepat puas dengan pencapaian yang ada. Terus mengembangkan talenta dan yang terutama setiap nyanyian bertujuan memuliakan Tuhan dan karena itu tidak boleh sombong, tetap rendah hati.”
GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.
Editor: Pdt. yft hb




