Nilopon,gmitklasiskupangbarat.or.id, -Jumat (2/10/2026) berlangsung kegiatan Pemandirian Jemaat GMIT Nazaret Nilopon, Peresmian Jemaat Bermata Jemaat GMIT Oeltune, Pengutusan Pdt. Elwin Purwanti Ndun, S.Th, Perhadapan Pdt. Jellyan Alviani Awang, M.Si dan Pdt. Benyamin Charles Tunliu, S.Th, serta Serah Terima Ketua Majelis Jemaat Nazaret Nilopon dan Jemaat Bermata Jemaat Oeltune. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Ibadah Jemaat GMIT Nazaret Nilopon Desa Oenif Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Ibadah dilayani oleh Pdt. Marthen Billi dari Jemaat GMIT Elim Oebali sebagai liturgos dan pelayan firman oleh Pdt. Wim Nunuhitu, M.Th dari Yayasan Alfa Omega Kupang. Kegiatan dihadiri oleh Ketua Majelis Klasis Kupang Barat Pdt. Doddy S. Octavianus, M.Th, Camat Nekamese Julia Saraswati, Kepala Desa Oenif Metusalak Limau, para pendeta GMIT Klasis Kupang Barat, keluarga pendeta, anggota jemaat dan undangan lainnya.

Dalam suara gembala Ketua Majelis Klasis Kupang Barat Pdt. Doddy Sarmento Octavianus, M.Th menekanan 3 hal dalam lapisan kehidupan seorang pendeta yaitu pertama, pendeta bersama jemaat. Hal ini mengingatkan tentang relasi bersama jemaat dalam kehidupan sehari-hari dalam kesadaran tentang pendeta yang juga manusia terbatas. Ada saatnya ia sakit, butuh istirahat dan sebagainya. Kedua, pendeta bersama keluarga. Pendeta dan keluarganya menjadi bagian dari pelayanan dan keseharian jemaat. Ketiga, pendeta bersama dirinya. Hal ini untuk mengingatkan bahwa panggilan pelayanan sebagai pendeta apakah sekedar pekerjaan ataukah ini pelayanan yang betul-betul dikehendaki Tuhan.

Ia bersyukur atas proses panjang dalam pemekaran Jemaat Bermata Jemaat GMIT Nilopon. Beberapa kali mengalami kendala, tetapi pada akhirnya atas pertolongan dan kehendak Sang Kepala gereja, seluruh proses dapat berjalan dengan baik. Jemaat Nazaret Nilopon dapat dimandirikan dan Mata Jemaat Imanuel Oeltune menjadi pusat jemaat yang baru. Bersyukur pula karena Pos Pelayanan GMIT Sonaf Matakus ditingkatkan menjadi mata jemaat yang bergabung dengan Mata Jemaat Imanuel Oeltune. “Selamat kepada Jemaat Nazaret Nilopon dan Jemaat Bermata Jemaat Oeltune. Selamat melanjutkan pelayanan di Jemaat Sion Loti bagi Pdt. Elwin Ndun. Selamat datang dan selamat bergabung bagi Pdt. Jellyan Awang dan Pdt. Benyamin Tunliu di Klasis Kupang Barat,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa pemekaran jemaat ini menjadi bagian dari persiapan pemekaran Klasis Kupang Barat di tahun 2027. Semua Jemaat GMIT Klasis Kupang Barat di Kecamatan Nekamese akan menjadi Klasis Nekamese.

Dalam sambutannya Camat Kupang Barat Julia Saraswati memberi ucapan selamat atas pemekaran jemaat. Ini menjadi tantangan baginya untuk dapat mengenal jemaat-jemaat GMIT di Kecamatan Nekamese dan para pendeta yang melayani. Ia terus berharap adanya sinergi dan kerjasama antara pemerintah dan gereja untuk membangun fisik maupun karakter iman masyarakat yang juga adalah jemaat.
Sebagai informasi, Jemaat Bermata Jemaat GMIT Nilopon sejak tahun 2022 dilayani oleh Pdt. Elwin P. Ndun. Pada momen ini ia diutus dan dimutasikan ke Jemaat Sion Loti Fatukoa Klasis Kota Kupang Barat. Sejak 11 September 2026 Jemaat Bermata Jemaat Nilopon dimekarkan menjadi jemaat mandiri Jemaat GMIT Nazaret Nilopon dan Jemaat Bermata Jemaat Oeltune. Jemaat Oeltune terdiri dari Mata Jemaat Imanuel Oeltune dan Sonaf Matakus.
Pdt. Jellyan Awang ditempatkan di Jemaat Nazaret Nilopon Desa Oenif. Sementara Pdt. Benyamin Tunliu di Jemaat Bermata Jemaat Oeltune yang terletak di Desa Usapi Sonbai (Imanuel Oeltune) dan Desa Taolitan (Sonaf Matakus). Sebelumnya Pdt. Beny melayani di Jemaat Bermata Jemaat Seba Utara Klasis Sabu Barat Raijua dan Pdt. Jelly akan memulai pelayanan pertamanya sebagai pendeta GMIT di Nilopon.
GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f
Laporan: Pdt. yft hb




