Pasneno,gmitklasiskupangbarat.or.id, – ““Perpisahan hanyalah untuk mereka yang memandang dengan mata; bagi yang memandang dengan hati, tidak ada kata berpisah.”
Pernyataan ini disampaikan oleh Pdt. Doddy S. Octavianus, S.Th Ketua Majelis Klasis GMIT Kupang Barat dalam suara gembala pada Pengutusan Pdt. Nining Sonya Lonakoni, S.Th, Perhadapan Pdt. Priska Juita Gana, S.Th dan Serah Terima Ketua Majelis Jemaat GMIT Tri Tunggal Pasneno, Minggu (26/10/2025). Pasneno terletak di Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Pernyataan itu merupakan kutipan atas pernyataan penyair Kahlil Gibran.

Pdt. Doddy memahami bahwa setiap perpisahan adalah benih yang menumbuhkan sesuatu yang baru. Percaya bahwa Allah yang telah memulai pekerjaan baik tidak akan berhenti. Ia akan menyempurnakannya sampai hari Kristus Yesus (Filipi 1:3-6).
Ia merasakan bahwa di hari perpisahan dan menyambut pelayan Tuhan, semua seperti berdiri di persimpangan perasaan yang indah sekaligus mengharukan; antara sedih dan syukur, antara berpisah dan berpengharapan. Ada air mata yang jatuh pelan, tapi juga ada senyum yang lahir dari keyakinan bahwa Allah tetap bekerja dalam setiap musim kehidupan. Seperti yang dikatakan C.S. Lewis, “There are far, far better things ahead than any we leave behind.” Ada hal-hal yang lebih indah di depan, sebab Tuhan sendiri yang menuntun langkah kita ke sana.
Baginya momen mutasi ini menjadi cara untuk menyadari agar menaati peraturan dan memberi kesempatan kepada pendeta untuk berkembang di tempat yang baru. Pelayan diberi kesempatan untuk memimpin dan jemaat merasakan model kepemimpinan yang berbeda. Tidak untuk menggantikan tetapi melanjutkan.
Pendeta yag pernah melayani di Jemaat GMIT Hosana Oekona Desa Oenif Kecamatan Nekamese ini mengingatkan untuk menatap kembali pelayanan panjang yang telah dijalani bersama pendeta yang dikasihi. Dalam lebih dari satu dasawarsa perjalanan, Pdt. Nining bukan hanya menggembalakan, tetapi juga menabur kasih di tanah jemaat. Menjadi sahabat bagi yang berduka, penghibur bagi yang kehilangan arah dan penopang bagi yang letih di jalan. “Kasih tidak pernah gagal,” tulis Rasul Paulus, dan kasih itulah yang telah menjadi napas dari setiap pelayanan yang dijalani.
Ia menyampaikan terima kasih atas setiap doa yang diam-diam dipanjatkan, setiap kunjungan yang membawa harapan dan setiap firman yang menyalakan terang di tengah gelap. Ia menambahkan: “Ada pepatah lama yang berkata: Hidup bukan tentang seberapa lama kita tinggal, tetapi tentang jejak kasih yang kita tinggalkan. Bukan soaal berapa lama tetapi jejak yang telah tertanam dalam hati jemaat Trit Tunggal Pasneno. Saat kaki melangkah ke tempat yang baru, biarlah setiap langkah disertai damai Kristus yang melampaui segala akal, sebab Allah yang memanggil di sini, adalah juga Allah yang menanti di sana. “Pelayanan dengan kasih tidak pernah gagal” ujarnya.
Kepada pendeta yang baru, Pdt. Priska, KMK Kupang Barat menyambut dengan kasih dan pengharapan. “Selamat datang di ladang Tuhan yang penuh kisah, di tengah umat yang telah ditempa oleh waktu dan kasih karunia.” ujarnya. Ia menambahkan seperti kata Henri Nouwen, “Pelayanan sejati lahir dari hati yang telah disentuh oleh kasih Allah.” Karena itu, datanglah dengan kelembutan dan keberanian, dengan telinga yang mau mendengar dan hati yang mau berjalan bersama. Jemaat ini tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kehadiran yang tulus, sebab di situlah kasih Kristus menjadi nyata.
Kepada seluruh jemaat Tuhan Pdt. Doddy menyampaikan agar melanjutkan kisah kasih ini dengan tangan yang saling menggenggam. Pendeta datang dan pergi, tetapi kasih Kristus tetap tinggal. “Tugas kita bukanlah untuk berhasil, tetapi untuk setia,” demikian kata Mother Teresa yang dikutip Pdt. Doddy. Karen itu baginya setialah dalam doa, dalam kerja, dalam pengharapan. Pelayanan tidak dilihat sebagai perbandingan, tetapi sebagai persembahan yang tulus kepada Tuhan yang memberi pertumbuhan.
Ia mengingatkan agar menatap ke depan dengan iman yang teguh, kasih yang tetap dan harapan yang menggelorakan semangat hidup. Sebab kasih Allah adalah jembatan yang tidak pernah runtuh, yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ia yang memulai, Ia pula yang akan menyelesaikan. “Kita harus punya harapan karena ada hal-hal luar biasa di depan, karena Tuha yang menuntun langkah pelayanan-Nya” tutup Pdt. Doddy.
Pdt. Nining dimutasikan ke Jemaat GMIT Betania Foeneno. Ia telah melayani di Jemaat Tri Tunggal Pasneno dari tahun 2016-2025. Sementara Pdt. Priska sebelumnya adalah pelayan GMIT Jemaat Imanuel Olbate Klasis Fatule’u.
GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f
Laporan: Pdt. yft hb




