MENDIRIKAN BATU KESAKSIAN (Suatu perjalanan menyingkap misteri Ilahi)

Oenaek,gmitklasiskupangbarat.or.id, -Pdt. Yefta H. Bani, S.Th telah menjalani masa pelayanan di GMIT Yegar Sahaduta Oenaek Klasis Kupang Barat sejak 12 Juli 2020 sampai 10 Mei 2026. Minggu (10/5/2026) ia menyerahkan pelayanan kepada Pdt. Laura I. D. Tanesab, S.Th yang dimutasikan dari Jemaat GMIT Syalom Oehela Klasis SoE.

Penyerahan memori pelayanan (doc. Kubaline)

Berikut ini ungkapan hati Pdt. Yefta yang dibacakan pada momen perpisahan.

“Untukmu yang sementara berada di sudut misteri. Hore tua. Soda molek neu ita basan.

Setelah 12 tahun berada di Nusa Fuafuni, negeri Lole Malole, akhirnya gelombang Puku’afu menghempas dan membawa kami sampai ke Oenaek. Kami mendirikan batu kesaksian di Oenaek.  Dari arah Oenaek kami melihat samar-sama Pulau Rote, pulau yang pernah memeluk kami.

Misteri pelayanan dimulai dari 12 Juli 2020. Secercah harap terpatri dalam angan ketika bersua insan asali Nusa Lontar. Di sini akan mendapat pelukan yang sama. Lalu benarkah demikian?

Kita memulai dalam bayangan virus Covid 19. Ketakutan dan menjaga jarak menjadi aktivitas. Sementara kehidupan beriman adalah kehidupan yang takut akan Tuhan. Takut yang mendekat, bukan menjauh. Takut yang menyatukan, bukan memisahkan. Di akhir semua itu, kita menemukan kasih Tuhan yang tak pernah meninggalkan jemaat ini. Menaungi dan menopang, menguatkan dan meneguhkan. Membawa dari kekelaman ke mentari baru yang penuh harap.

Dalam situasi itu, angin bertiup membelai wajah. Terasa sejuk di kulit. Tetapi makin lama semilir angin berubah menjadi kencang. Bahkan lebih kencang. Badai besar menghantam, menghempas semua yang dilewati. Badai mengubah tatanan di permukaan bumi. Badai merubah pola pikir sewaktu angin kembali bertiup. Badai menerbangkan segala impian.

Angin kembali bertiup, menghembuskan semangat baru memulai perjalanan waktu. Badai Seroja meninggalkan sejarah, sementara puing-puing dikais untuk memulai sejarah. Semua nampak sejauh mata memandang. Perlahan bangkit dan menunjukkan keberadaan sebagai yang berubah dan makin kokoh di atas badai.

Kerlap-kerlip, warna-warni dalam kilatan menusuk memberitahukan tentang keberadaan dan siap dilayani. GMIT Yegar Sahaduta bergerak menuju kualitas pelayanan.

Misteri terungkap perlahan seiring waktu. Kita adalah Yegar Sahaduta, tempat di mana ikatan perjanjian terukir di antara dua insan. Sebuah batu yang menjadi penanda tentang kerendahan hati dan saling menerima.

Dari timur ke barat. Dari pernyataan hanya oleh iman sampai persekutuan dalam gereja yang kokoh. Di dalamnya ada pernyataan tentang Allah yang mahakuasa. Ada sukacita karena segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Kami terus berseru di tengah-tengah pergumulan agar Tuhan datang. Kami berseru dalam tapak kesengsaraan dan penderitaan yang hebat. Kami kuat karena mengingat kasih Tuhan. Kasih tanpa balas, kasih dari Allah dengan memberi diri-Nya. Kami merasakan kasih-Mu dan berseru: Hosana! Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Dalam nama-Mu, terbukalah segala sesuatu misteri. Kami sembuh dan memuliakan nama-Mu. Karena itu, kami bangkit untuk menjadi pemenang bersama-Mu.

Kami sadar, waktu yang berdetak perlahan ada kalanya terhenti. Menandakan hal yang tak menyenangkan sementara terjadi. Disadari keburukan diri terungkap. Kesabaran tiada lagi terasa. Yang ada hanyalah emosi yang berbalik menyerang diri. Runtuh seketika! Sakit dan melemahkan. Kembalilah mengais sisa-sisa kepercayaan. Kembali menoreh asa dalam lara.

Misteri terungkap dalam kata terima kasih. Sang Pemilik Pelayanan terus menopang. Terima kasih Yesus.

Terima kasih pelaku pelayanan: KMK Kupang Barat, Majelis Klasis, rekan-rekan pendeta. Khusus Pdt. Maria Dimu yang telah mendirikan batu kesaksian di Oenaek sebelum kami.

Terima kasih rekan-rekan rayon 4 Klasis Kupang Barat. Saya menjadi koordinator rayon. Saat ini saya menyerahkan tanggung jawaab itu kepada Pdt. Leo Lakapu.

Makasih no’uk Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Oenaek: 149 kepala keluarga yang tersebar di 10 rayon. Oenaek, Oelii, Oematnunu, Batuplat, Oepoi, Alak, Papua dan Bali. MJH, MJ, panitia pembangunan (Yonatan Sau, Migel Kiuk, Melkisedek Seubelan, Herman Lani, Leni Haning, Astri Sulla, Heldi Ndun) tim pelayanan (panitia hari raya) khusus perempuan GMIT yang menyiapkan segala sesuatu dalam serah terima di tahun 2020 dan tahun 2026; keluarga-keluarga yang menerima: Lani, Selly, Ndun, Lengga, Tallo, Adu, Sulla, Lomang, Haning, Lalay, Sau, Titi, Ndolu, Dalle, Kiuk, Balle, Elimanafe, Kesnay, Tefbana, Tamonob, Lasi, Beama, Toy, Opat, Kadek, Lik, Banik, Dethan, Fallo, Recky, Manuain, Anunut, Nesimnahan.

Terima kasih atas kehadiran dan penerimaan Jemaat Haumeni Nisum. Terima kasih KMK SoE dan Jemaat Syalom Oehela.

Terima kasih Ibu Camat Kupang Barat Villy Nakamnanu. Sebelumnya kami bersama bapa Yusak Uli. Kami berpindah untuk merasakan dua kecamatan di Klasis Kupang Barat.

Terima kasih bapak kepala desa Oenaek Herman Lani. Kami ada di sini memulai bersama ibu Pj Desi Tupa, Pj. Median Senu dan Bapak Herman. Kita adalah tetangga yang bermitra dan saling menopang.

Terima kasih untuk keluarga Umi Nii Baki. Kakak-kakak, ponakan-ponakan dan cucu-cucu. Setiap momen sejak di Rote selalu hadir. Biar hanya 1 orangpun pasti ada yang datang. Hari ini ditambah dengan PS. Sufan Koro’oto (bunga, keturunan, generasi muda Koro’oto). Karena beta sering menyebut nama Koro’oto maka ada satu anak Oenaek yang sempat dipanggil Koro’oto (Abigail Sulla). Hari ini juga bersyukur mama dari Ende ada di sini. Ini kali kedua datang di Oenaek. Terima kasih mama, oma.

Selamat datang di Oenaek Pdt. Laura Inggrid Dwimurni Tanesab dan keluarga de Fretes. Sejak jemaat ini mandiri, 3 pendeta yang melayani di sini melewati satu periode. Bapa Okto, mama Maria dan beta. Kami mutasi semasa memasuki periode kedua. Apakah Pdt. Inggrid juga akan begitu? Oenaek: air besar, banyak. Silahkan mengartikan dalam pelayanan dan keseharian ketika memulai dari pastori.

Terima kasih untuk semua yang menopang. Para donatur yang tiba-tiba berbagi kabar untuk menolong pelayanan kami di Oenaek. Yang beta hubungi, panitia atau tergerak hati dan membantu karena kabar dari media sosial. Doa kami untuk bapak, mama, saudara/i.

Terima kasih sahabat media sosial: Youtube GMIT Klasis Kupang Barat (Kubaline) dan khususnya facebook: Yefta Henderonikus Bani dan Auyefta Elhenderonikus Bani.

Terima kasih tak terhingga untuk semua orang yang dikenal dan yang tidak dikenal. Terima kasih atas segalanya.

Mohon maaf. Di jemaat ini kesabaran saya teruji. Di jemaat ini pula ego ditempa. Di jemaat ini pula yang terpuruk diangkat. Maaf atas segala salah. Kita masih akan bersama dalam berbagai situasi. Kami punya ikatan dalam dua anak rohani: Delan Lani dan Raden Kiuk. Kami pasti akan datang dalam situasi yang berbeda. Maafkan kami…..

Negeri baru membentang luas bagi kami. Tantangan baru akan silih berganti. Kami siap menjalaninya dalam tuntunan Tuhan.

Selalu ada sukacita di tiap perpisahan.

GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f

 

Laporan: Pdt. yft hb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *