Sikumana,gmitklasiskupangbarat.or.id, -“Mencapai Akhir Hidup Dengan Memelihara Iman.” Demikian tema khotbah Pdt. Selfiana Bule Logo, S.Th pelayan GMIT Jemaat Pniel Sikumana Klasis Kota Kupang Barat. Ia menyampaikan berdasarkan bacaan Alkitab 2 Timotius 4:5-8. Khotbah ini disampaikan pada ibadah penguburan Pnt. Johanis Junias Mbuilima, S.Sos, Selasa (13/4/2025).

Johanis Junias Mbuilima lahir di Noanadale Lole Rote pada 4 Juni 1970. Ia merupakan anak ke-9 dari 13 bersaudara dari pasangan suami istri Daniel Mbuilima dan Magdalena Zacharias. saudara-saudari dari “Om Anis” yaitu Paulus Samuel Mbuilima, Fredik Mbuilima, erasmus Mbuilima, Marthen Andreas Mbuilima, Jacob Chris Mbuilima, Januarius Mbuilima, Ari Mbuilima, Hendrik Mbuilima, Petrus Mbuilima, Frits Mbuilima, Dina Mbuilima dan Melyati Mbuilima.
Pada tahun 1983 ia menamatkan pendidikan dari SD GMIT Noanadale dan melanjutkan pendidikan pada SMP Negeri 1 Kupang. Pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun 1986. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah atas pada SMA Negeri Kupang dan tamat di tahun 1989.
Dengan berbekal ijazah SMA ia menempuh pendidikan tinggi diploma 3 Ilmu Administrasi Keuangan pada Universitas Kristen Artha Wacana Kupang yang diselesaikan pada tahun 1992. Ia meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dari Universitas Nusa Cendana Kupang pada tahun 1997.
Sejak menyelesaikan pendidikan tinggi, ia mulai mengabdikan diri pada Gereja Masehi Injili di Timor Klasis Kupang Barat. Ia menjadi pegawai tata usaha sejak tahun 1997 sampai dengan akhir hayatnya.

Dalam suara gembala, Pdt. Namun D. E. Bilaut, S.Si menyampaikan bahwa ‘Om Anis’ telah menjadi sahabat pelayanan di jemaat maupun klasis sampai akhir hidup. Ia telah hidup selamam 55 tahun 10 bulan 6 hari dan separuh dari usia hidup ia persembahkan untuk melayani Tuhan melalui gereja-Nya. Salah satu yang ia lakukan adalah menjadi guru sekolah minggu sejak usia muda. “Pasti hasil didikannya banyak yang telah menjadi sukses, termasuk beberapa orang menjadi pendeta GMIT.” ujarnya.
“Om Anis” menikah dengan Lidia Keremata pada 28 Maret 2003 di GMIT Pniel Sikumana. Dalam perjalanan berumah tangga, mereka dianugerahi 5 orang anak yaitu Jacklyardo Absai Mbuilima, S.Fil, Jevansa Abyatar Mbuilima, Jenatri Abigail Mbuilima, Jedanel Abner Mbuilima, Jeomega Abiel Mbuilima.
Sakit mulai mendera tubuh fana ‘Om Anis’ sejak Maret 2024. Berbagai pengobatan dijalani di rumah sakit St. Carolus Boromeus, Ben Mboi, S. K. Lerik, RS Siloam dan RSU W. Z. Johanis Kupang. Pada awalnya dia didiagnosa mengalami sakit maag. Tetapi setelah serangkaian pemeriksaan yang panjang terdapat penyumbatan pada organ empedu dan perlu dilakukan operasi. Pasca operasi di RS Siloam, kondisinya mulai membaik. Tetapi pada bulan Februari 2026 ia kembali dibawa ke RSU W. Z. Johanis karena kembali mengalami penurunan kondisi kesehatan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk kesembuhan. Namun, pada akhirnya nafas kehidupan dan denyut nadi terhenti pada Jumat, 10 April 2026 jam 21.10 wita.

“Kami hanya mau bilang bahwa kami punya sahabat yang baik. Sahabat bagi para pendeta di GMIT Klasis Kupang Barat. Sewaktu masih bersama maupun sejak terjadi pemekaran dan menghasilkan Klasis Kota Kupang Barat.” ujar Pdt. Doddy Octavianus, S.Th mengawali ungkapan duka. ‘Om Anis’ tidak bisa dilupakan karena segala sesuatu tentang Klasis Kupang Barat ada padanya. Para pendeta datang dan pergi (mutasi), tetapi ia tetap ada sehingga memahami semua tentang para pendeta maupun hal-hal administrasi gereja terutama dalam laporan-laporan. Terima kasih untuk keluarga: mama Idi (Lidia) dan anak-anak. “Om Anis pung rumah ni sebenarnya kantor cabang klasis Kupang Barat yang kedua. Karena urusan ke Kecamatan Nekamese kami pasti singgah di Om Anis pung rumah.” urainya.
GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f
Laporan: Pdt. yft hb




