Jakarta,gmitklasiskupangbarat.or.id, –“Bermusik harus dilakukan dengan segenap hati, dengan semua kemampuan yang dimiliki.”
Pernyataan ini disampaikan Pdt. Rahel Sermon Harapani Dauley dosen musik gereja pada Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta, Rabu (17/9/2025). Ia memberikan kuliah dengan tema Musik Gereja kepada para pelayan GMIT Klasis Kupang Barat yang mengadakan Studi Banding di STFT Jakarta.

Lebih lanjut Pdt. Rahel menyampaikan secara khusus tentang kekuatan musik. Musik itu berdimensi ekstatis yang melampaui nalar, berdimensi simbolik yang merangsang ingatan dan kenangan serta berdimensi retorik dengan intonasi dan aksentuasi yang menghidupkan.
Dengan kekuatan yang ada pada musik maka musik kemudian menggerakkan. Gerakkan yang timbul itulah yang memberi kekuatan untuk terlibat bersama. Oleh karena itu, musik yang benar-benar didengarkan berbeda dengan musik yang hanya sekedar didengar. Maka perlu memperhatikan cara memilih nyanyian, cara menyajikan dan cara memimpin.
Baginya kekuatan musik itu menyentuh, Musik mampu bekerja melampaui apa yang bisa dipahami manusia. Musik mengandung dualisme yaitu imanen (manusiawi) dan transenden (ilahi). Musik yang menyentuh adalah karya manis yang didahului karya Allah kepada manusia.
Kekuatan dalam musik memulihkan. Musik (vokal) adalah obat alami bagi tubuh sendiri. Musik yang baik menghasilkan reaksi positif pada tubuh manusia secara fisik dan emosi. Maka perhatikanlah bahwa jika musik dapat memberi reaksi posotif, musik juga dapat memberi reaksi negatif.
GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f
Laporan: Pdt. yft hb




