AKU TIDAK TAHU JALAN YANG AKAN ‘KU TEMPUH, TETAPI AKU MENGENAL GEMBALAKU DAN ITU CUKUP BAGIKU (Suara gembala KMK GMIT Klasis Kupang Barat saat serah terima KMJ GMIT Talenalain Manulai 1)

Manulai1,gmitklasiskupangbarat.or.id, -“Akulah gembala yang baik, dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.” Yohanes 10:14

Ayat Alkitab ini menjadi landasan suara gembala Ketua Majelis Klasis Kupang Barat Pdt. Doddy S. Octavianus, S.Th pada Pengutusan Pdt. Yunita Elisabeth Abolla, M.Th, Perhadapan Pdt. Feronika Yoseta Gella, S.Th dan Pdt. Iwan Julianus Lay, S.Th dan Serah Terima Ketua Majelis Jemaat GMIT Talenalain Manulai 1, Minggu (3/8/2025). Ia melanjutkan bahwa peristiwa ini bukan hanya sebagai gereja yang merayakan momen serah terima pelayanan, tetapi sebagai tubuh Kristus yang belajar memahami jalan Tuhan, walau kadang tidak mudah dimengerti.

(kiri-kanan) Pdt. Yuni Abola, Pdt. Iwan Lay dan Pdt. Feronika Gella. (doc. Kubaline)

Oleh karena itu ia berefleksi: “Aku tidak tahu jalan yang akan kutempuh, tetapi aku mengenal Gembalaku dan itu cukup bagiku.” Baginya ucapan ini bukan sekadar pernyataan iman, tetapi juga bentuk penyerahan diri yang penuh kepercayaan kepada Sang Gembala yang baik Yesus Kristus. Dalam tiap perubahan, mutasi dan panggilan baru dalam pelayanan gereja, kita diajak untuk berjalan bukan karena kita tahu semua jawabannya, tetapi karena kita percaya kepada Dia yang memanggil dan mengutus. Dalam konteks ini, kita tidak hanya menghormati mutasi pelayanan sebagai aturan gerejawi, tetapi lebih dalam, sebagai karya Allah yang patut dihargai. Tuhan tidak pernah salah, bahkan ketika jalan terasa gelap, ketika hati belum sepenuhnya mengerti maksud-Nya.

Ia melanjutkan bahwa dalam ketaatan dan kesetiaan yang tetap itulah ditemukan keindahan dalam panggilan pelayanan. Iapun mengajak: pertama, menghormati jejak langkah pelayanan Pdt. Yuni. Rasa hormat dan terima kasih yang tulus kepada Ibu Pdt. Yuni yang menjadi kawan dan sahabat  dalam kebersamaan pendeta di klasis. “Dalam persidangan majelis klasis di Tablolong, Pdt. Yunilah yang memulai panggilan bestie antara kami,” ujarnya.

Ia berterima kasih atas kasih dan dedikasi yang telah ditaburkan di Jemaat Talenalain Manulai 1.  Di tengah keberagaman pergumulan jemaat, Pdt. Yuni telah hadir sebagai sahabat yang teguh dalam penatalayan. Disadari bahwa pelayanan bukan tanpa luka, bukan tanpa air mata. Tetapi justru dalam itulah kasih Kristus nyata. Seperti ditegaskan oleh Yohanes Calvin: Hati seorang pelayan Tuhan harus ditempa dalam ketaatan, agar dalam kelemahan pun kuasa Allah dinyatakan. Ia berterima kasih sudah berjalan bersama Jemaat Talenalain. “Pdt. Yuni dan Jemaat Talenalain  telah memulai langkah berani untuk adanya dua pendeta, ujarnya. Tuhan mengarahkan langkah ke ladang yang baru. Percayalah bahwa setiap benih kasih dan pengajaran yang telah ditanamkan akan terus bertumbuh dan berbuah dalam kehidupan jemaat Talenalain-Manulai.

Kedua, menyambut dengan iman kehadiran Pdt. Iwan dan Pdt Feni. Ia menyambut Pdt. Iwan Lay, Pdt. Feni dan keluarga dengan penuh syukur. Ia mengingatkan bahawa mutasi ini bukan hanya keputusan organisasi, tapi terlebih adalah panggilan Tuhan yang mengutus hamba-Nya untuk menyambung karya kasih-Nya di tengah umat-Nya. Disadari bahwa memulai pelayanan di tempat baru seringkali disertai rasa harap dan juga kecemasan. Baginya sebagaimana Tuhan menuntun Abraham ke negeri yang tidak ia ketahui, demikian pula Ia menuntun ke tengah jemaat bukan tanpa tujuan. Jemaat ini akan menjadi ladang baru kasih, tempat pelayanan yang akan memperkaya pengalaman iman bersama. Sebagaimana Kristus mengenal domba-domba-Nya, demikianlah kiranya Pdt. Iwan dan Pdt. Feni akan mengalami pengenalan yang penuh kasih terhadap konteks, karakter dan harapan jemaat. Sebaliknya jemaat membuka hati untuk mengenal gembala barun, berjalan bersama, saling mempercayai dalam kasih Kristus.

Ketiga, percaya pada Sang Gembala yang tahu jalan-Nya. Ia menjelaskan bahwa gereja yang terus bergerak bukanlah gereja yang kehilangan arah. Sebaliknya, itu adalah tanda bahwa Sang Gembala sedang menuntun domba-domba-Nya menuju padang yang lebih subur. Pelayanan bukan tentang memiliki semua kepastian di depan. Bahkan Yesus sendiri berkata, “Ikutlah Aku” – tanpa menjelaskan seluruh rute yang akan ditempuh. Tetapi karena kita mengenal Gembala, maka perjalanan itu menjadi mungkin, menjadi bermakna.

Ia menambahkan bahwa dalam segala perubahan dan tantangan, Tuhan menghendaki bukanlah hasil instan, tetapi ketaatan yang terus-menerus. Dalam dari ketaatanlah Tuhan menyatakan maksud-Nya, seringkali lebih indah daripada yang direncanakan sendiri.

Pdt. Yunita E. Abolla melanjutkan ziarah pelayanan ke Jemaat GMIT Efata Belo Klasis Kota Kupang Barat. Ia melanjutkan tugas 27 Juli 2025 sampai 27 Juli 2029. Sementara Pdt. Iwan Lay dimutasikan dari Jemaat GMIT Imanuel Oepura dan Pdt. Feronika Gella dari Jemaat GMIT Agape Kupang. Kedua pendeta yang juga berstatus suami istri ini berasal dari Klasis Kota Kupang. Selanjutnya Pdt. Feronika Gella ditetapkan sebagai Ketua Majelis Jemaat Talenalain Manulai 1 dan Pdt. Iwan sebagai Wakil KMJ.

Prosesi ibadah pengutusan, perhadapan dan serah terima KMJ GMIT Talenalain Manulai 1 dihadiri oleh Ketua Majelis Klasis Kupang Barat dan anggota ex officio, Bupati Kupang Yosep Lede, SH, Anggota DPRD Kota Kupang Kenny Sau, Kepala Basarnas Kupang, Kepala SD GMIT Manulai 1, Ketua Majelis Jemaat Agape dan anggota jemaat, Pdt. Arman Nakmofa dan anggota Jemaat Imanuel Oepura, pujian dari 12 kelompok paduan suara, koor musik dan solodan undangan lainnya.

GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f

 

Laporan; Pdt. yft hb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *