PENGUATAN DAN PASTORAL BAGI CALON KEPADA DESA NITNEO DAN TABLOLONG

Alak,gmitklasiskupang.or.id, -Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Kupang tanggal 11 November 2026, Majelis Klasis Kupang Barat melalui Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Pastoral melaksanakan Penguatan dan Pastoral Bagi Calon Kepala Desa. Kegiatan ini untuk dua desa di Kecamatan Kupang Barat yaitu Desa Nitneo dan Desa Tablolong. Kegiatan dilaksanakan di rumah ibadah GMIT Via Dolorosa Alak Desa Nitneo, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dihadiri oleh Natam S. Minfinit, S.Pd Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Fersius Tupa, S.H Sekretaris Camat Kupang Barat, Pdt. Doddy S. Octavianus, M.Th Ketua Majelis Klasis Kupang Barat, Pdt. Nurdiana Lauwoe, S.Th Ketua UPP Pastoral Klasis Kupang Barat, para calon kepala desa dan keluarga serta panitia pemilihan.

Pdt. Lusia Bilik (doc. Kubaline)

Kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Lusia Bilik dari UPP Teologi Majelis Sinode GMIT. Pdt. Lusia menyampaikan khotbah berdasarkan Injil Matius 5:13-16. Ia mengingatkan tentang Kerajaan Allah yang digambarkan sebagai garam dan terang dunia sebagai identitas orang percaya yang fokus pada anugerah Tuhan. Oleh karena itu, dalam pilkades identitas sebagai orang percaya jangan sampai hilang. Garam jangan tawar atau terang hilang. Dalam berpolitik ada dinamika, maka lakukan fungsi sebagai gamba dan terang untuk mencegah pembusukan dan kerusakan. Berusaha agar tidak terjadi pertentangan sebab masih akan bertemu bersama di desa. Ia mengingatkan agar tidak hilang kehidupan persaudaraan.

Sementara itu Sekretaris Camat Kupang Barat Fersius Tupa mengingatkan bahwa dalam pilkades akan ada yang kalah dan menang. Masyarakat juga akan melihat setiap figur calon dengan apa yang telah ia lakukan dalam kehidupan bersama. Dalam pilkades agar dapat menghindarkan diri dari hal yang saling menyakiti, menjaga keamanan dan kehidupan persaudaraan. Bagi yang menang, jangan bertepuk dada tetapi bersyukur karena berkat Tuhan. Sementara bagi yang kalah, tidak berkecil hati. Tetap menjaga persahabatan, kekeluargaan dan saling mendukung untuk memajukan kehidupan bersama di desa.

(kiri-kanan) Matam Minfinit, Pdt. Doddy Octavianus dan Fersius Tupa (doc. Kubaline)

Anggota DPRD Kabupaten Kupang Matam S. Minfinit menyampaikan rasa sykur dan apresiasi kepada Pdt. Doddy Octavianus dan Majelis Klasis Kupang Barat atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengingatkan bahwa yang akan terpilih di tiap desa hanya satu orang. Tuhan telah menentukan siapa yang akan terpilih sebagai kepala desa. Maka, takutlah akan Tuhan.  Lihatlah apa yang ada di desa agar dapat memperbaiki yang rusak dan menambahkan yang kurang. Anggota DPRD yang juga warga Desa Nitneo ini mengingatkan agar panitia dapat bekerja sesuai dengan petunjuk teknis pilkades agar tidak terjadi masalah. Di akhir penyampaiannya, politisi Partai PDI Perjuangan ini mengatakan, jika Tuhan yang memilih dan menetapkan agar menjadi kepala desa, maka Ia memakai untuk menjadi berkat bagi desa, khususnya Desa Nitneo dan Desa Tablolong.

Dalam suara pastoral Pdt. Doddy menyampaikan bahwa apa yang dilakukan bukan untuk mencampuri urusan pilkades. Kehadiran gereja adalah sebagai cara untuk ikut memastikan bahwa sejak awal semua telah berjalan dengan baik. Pdt. Doddy mengingatkan bahwa seringkali politik indetik dengan kotor, tipu. Suatu pertanyaan retoris, apakah politik itu kotor ataukah orang yang menjalankannya yang kotor. Oleh karena itu, berkaitan dengan cara masing-masing untuk mengelola kepentingan dan sumber daya secara bertanggungjawab, mengusahakan keadilan dan kesejahteraan serta menjawab kebutuhan desa.

Pendeta yang pernah melayani di GMIT Lahairoi Kuanheun ini melanjutkan bahwa kekuasaan hendaknya dipakai untuk melayani. Ia mengutip dari Matisu 10:42-45 dan Roma 13:4. Semakin besar kuasa, semakin besar pula tanggungjawab melayani.

Ia menambahkan tentang etika dalam pilkada damai yaitu sebelum: bersaing secara sehat; saat pilkades: jaga kebebasan; dan sesudah: rawat persaudaraan. Baginya, pilkades itu salah satu cara memilih pemimpin, bukan memecah masyarakat.

Para calon kepala desa (cakades) yang juga adalah anggota gereja diingatkan tantang spiritualitas sebagai keluarga Allah (famili dei) yaitu menerima perbedaan dan desa sebagai rumah bersama untuk saling menyapa, membantu dan melayani semua orang, termasuk yang berbeda pilihan. Ia menegaskan bahwa boleh berbeda pilihan, tetapi jangan kehilangan persaudaraan.

Di akhir suara pastoral pengembalaan Pdt Doddy mengingatkan tentan geraj dan tanggungjawabnya yaitu profetis, menyuarakan kebenaran; pastoralis, mendampingi semua pihak; libertis, mendidik dan membebaskan.

Diinformasikan bahwa pilkades serentak Kabupaten Kupang dilaksanakan pada tanggal 11 November 2026. Untuk Kecamatan Kupang Barat yang menjadi wilayah pelayanan GMIT Klasis Kupang Barat, pilkades dilaksanakan di dua desa yaitu Desa Nitneo dan Desa Tablolong. Pilkades Nitneo diikuti 3 orang cakades yaitu Yoriana Kase, Ebenhaiser Tefu
dan Yan Kase. Sementara Pilkades Tablolong diikuti 2 orang cakades yakni Gustaf Adolf Lay dan Zakarias Doroh, SH

GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f

 

Laporan: Pdt. yft hb

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *