BGA BAGI PEREMPUAN GMIT RAYON 1 DAN 2 KLASIS KUPANG BARAT

Pdt. Erna Ratu Eda (doc. Kubaline)

Noelsinas,gmitklasiskupangbarat.or.id, Perempuan GMIT dari Rayon 1 dan 2 Klasis Kupang yang terletak di Kecamatan Nekamese mengikuti kegiatan pelatihan membuat khotbah dengan metode Baca Gali Alkitab (BGA) pada Rabu (2/7/2025) di Rumah Ibadah GMIT Jemaat Oemathonis Nekamese. Kegiatan ini merupakan program Klasis Kupang Barat yang dilaksanakan oleh Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perempuan GMIT. UPP Perempuan GMIT bekerjasama dengan tim dari Scripture Union Indonesia (SUI): Pdt. Anthoneta Radja Kana, Pdt. Erna Ratu Eda dan Pdt. Fera Ratu.

Dalam penjelasannya Pdt. Antoneta menyampaikan bahwa BGA adalah proses pembacaan Alkitab yang memperhatikan dengan serius jenis sastra (genre) masing-masing kitab dalam upaya pengungkapan pesan teks bacaan Alkitab. Genre dalam metode BGA yaitu narasi, perumpamaan, surat, puisi, nubuat dan apokaliptik. BGA  merupakan proses pembacaan Alkitab yang melibatkan semua peserta secara aktif. Dengan perkataan lain, BGA menuntut partisipasi aktif dan bersifat interaktif. Proses pembacaan Alkitab dalam BGA meliputi dua aspek yaitu Pembacaan & Penggalian. Pembacaan dan  penggalian Alkitab berakhir dengan tekad atau tindakan atau perbuatan konkret, jelas, dan dapat dinikmati. Proses penggalian Alkitab dengan metode BGA terdiri atas tiga tahap yaitu apa yang kubaca, apa pesan Allah padaku dan apa responku.

Dalam suara gembala pembukaan kegiatan, Ketua Majelis Klasis Kupang Barat Pdt. Doddy S. Octavianus, S.Th menyampaikan bahwa syukur kepada Tuhan yang mempertemukan para perempuan GMIT rayon 1 dan 2 untuk belajar bersama. Terima kasih untuk UPP Perempuan GMIT Klasis dan pengurus perempuan rayon 1 dan 2 untuk mempersiapkan kegiatan bersama dengan Majelis Jemaat dan pengurus perempuan GMIT Jemaat Oemathonis Noelsinas. Secara khusus disampaikan terima kasih kepada tim SUI yang berbagi metode BGA yang memandu dalam penggalian firman Tuhan.

Lebih lanjut Pdt. Doddy mengajak untuk merenungkan sejenak kisah Maria, seorang perempuan sederhana yang hidup bersama suami pemabuk dan kasar. Tak banyak yang bisa ia lakukan, selain berdoa. Namun doa-doa itu tak pernah putus. Dalam sunyi malam, Maria berlutut dan menangis di hadapan Tuhan. Ia tidak lemah justru di sanalah kekuatannya. Firman Tuhan yang ia baca dan renungkan Roma 12:12: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa!” Ini menjadi sumber kekuatan yang menopangnya. Dan pada waktunya, Tuhan menjawab: suaminya bertobat dan kembali kepada Tuhan. Maria adalah gambaran perempuan yang menjadi tiang doa dalam keluarga yang mungkin terlihat diam, tapi kuat; sederhana, tapi teguh.

Baginya melalui kisah Maria dapat dilihat betapa pentingnya kegiatan seperti Baca Gali Alkitab dalam kehidupan perempuan yaitu memperdalam pengenalan akan firman Tuhan, agar kita kuat menghadapi berbagai tantangan hidup. Menjadikan perempuan sebagai tiang doa dalam rumah tangga dan jemaat. Membentuk karakter rohani yang tidak mudah goyah. Menjadi ruang saling menguatkan dan bertumbuh dalam iman bersama. BGA bukan hanya kegiatan rohani, tapi jalan pertumbuhan dan penguatan hidup perempuan Kristen.

Pendeta yang pernah melayani di Jemaat Hosana Oekona ini  mengajak agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan hati yang terbuka, siap digembalakan oleh firman dan saling menopang dalam kasih.

Pdt. Fera Ratu (doc. Kubaline)

Setelah Pdt. Anthoneta menyampaikan pengantar, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk diajarkan metode BGA genre narasi. Terlihat para peserta aktif mendengar, mencatat dan menyampaikan pendapat. Kemudian peserta dibagi lagi dalam kelompok yang lebih kecil untuk mengerjakan tugas BGA agar lebih memahami lagi.

GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f

 

Laporan: Pdt. yft hb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *