Kupang,gmitklasiskupangbarat.or.id, -Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Pastoral GMIT Klasis Kupang Barat telah melaksanakan Sharing (berbagi, bercerita) Pelayanan di lima rayon pelayanan klasis. Kegiatan diikuti oleh para pendeta dalam wilayah pelayanan Klasis Kupang Barat. Seluruh jadwal sharing yaitu Rayon 3 pada 22 April 2026 di Subasuka Kupang, Rayon 4 pada 6 Mei 2026 di Pantai Lasiana, Rayon 5 pada 21 Mei 2026 di Taman Laut Kupang, Rayon 2 pada 9 Juni 2026 di Kolam Arjuna Kupang dan Rayon 1 pada 21 Juli 2026 di Shoto Kai Kupang.
Berikut ini pernyataan reflektif dari beberapa orang pendeta yang mengikuti sharing.
1. Pdt. Netty Dubu, S.Si.Teol, M.Si (Wakil KMK Kupang Barat, Anggota Tim Pastoral Klasis)

Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan sekaligus berterimakasih kepada UPP Pastoral, karena melalui kegiatan ini kebersamaan yang terjalin di antara para pendeta semakin erat. Selain itu juga kami sangat bersyukur dalam sharing ini kami melihat setiap pendeta mendapat ruang aman untuk dapat menceritakan pergumulannya. Setiap pendeta mau terlibat dengan sangat aktif dalam sesi sharing yang diadakan di setiap rayon.
Pergumulan yang di sampaikan oleh setiap pendeta menjadi catatan penting bagi MKH dan UPP Pastoral untuk merancangkan kegiatan selanjutnya dalam menjawab pergumulan pergumalan yang ada
Besar harapan kami kegiatan seperti ini terus di adakan oleh UPP Pastoral agar setiap pendeta tidak merasa sendiri menjalani pergumulannya tetapi ada ruang aman bagi mereka untuk bercerita dan bisa saling saling menguatkan.
2. Pdt. Marthen Bili, S.Th (Pelayan GMIT Elim Oebali)

Melalui kegiatan ini kami, para pendeta punya kesempatan untuk bercerita dan berbagi dengan sesama pelayan. Yang tentu setelah bercerita dan juga mendengar cerita, kita makin diperkaya dengan semua pelayanan dan situasi yang dihadapi. Entah itu pengalaman menyenangkan ataupun tidak menyenangkan, bisa jadi pengalaman ke depan.
Harapannya, tentu kegiatan ini bisa jadi lebih rutin. Tapi tentu dikemas dengan pertemuan yang lebih menyenangkan, supaya bisa jadi lebih nyaman dan mudah bercerita dan berbagi.
3. Pdt. Nurdiana Lauwoe, S.Th (Ketua Unit Pembantu Pelayanan Pastoral Klasis Kupang Barat, Pelayan GMIT Oemathonis Noelsinas)

Dalam rangka memperkuat kualitas pelayanan dan membangun semangat kebersamaan, telah dilaksanakan kegiatan Sharing Pelayanan yang diikuti oleh para pelayan pada Rayon 1 sampai dengan Rayon 5. Kegiatan ini berlangsung sebanyak lima kali pertemuan, di mana setiap rayon memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, pergumulan, dan sukacita selama menjalankan tugas pelayanan.
Kegiatan ini menjadi ruang yang aman bagi setiap pelayan untuk saling mendengar, saling menguatkan, serta mencari solusi atas berbagai tantangan pelayanan yang dihadapi di lapangan.
Pokok-Pokok Sharing Pelayanan
Dari seluruh rangkaian pertemuan, terdapat beberapa hal penting yang mengemuka.
- Dukungan keluarga terhadap pelayanan
Sebagian besar pelayan mengakui bahwa dukungan keluarga menjadi kekuatan utama dalam menjalankan panggilan pelayanan. Pengertian, doa, perhatian dan kerja sama dari pasangan maupun anak-anak memberikan semangat untuk tetap setia melayani. Namun, ada pula pelayan yang mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu bersama keluarga karena tuntutan pelayanan sering menjadi tantangan yang perlu dikelola dengan bijaksana.
- Tantangan dalam penerapan aturan gereja
Para pelayan menyampaikan bahwa masih terdapat berbagai aturan GMIT yang belum dipahami secara utuh ataupun belum diterapkan secara konsisten oleh sebagian jemaat. Kondisi ini sering menimbulkan kesalahpahaman, bahkan perbedaan pendapat dalam pelaksanaan pelayanan. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi aturan GMIT yang ada agar dipahami dan dilaksanakan bersama.
- Relasi dengan jemaat dan Majelis Jemaat
Hubungan yang harmonis antara pelayan, Majelis Jemaat dan warga jemaat menjadi modal penting dalam pelayanan. Walaupun pada umumnya hubungan berjalan baik, beberapa pelayan mengakui adanya tantangan dalam membangun komunikasi, menyelesaikan perbedaan pandangan serta menjaga kepercayaan dan kerja sama. Sharing ini mengingatkan bahwa pelayanan akan semakin kuat apabila dibangun di atas kasih, kerendahan hati dan saling menghargai.
- Berhadapan dengan kuasa gelap dan pergumulan iman
Beberapa pelayan membagikan pengalaman ketika melayani jemaat yang masih dipengaruhi praktik-praktik kepercayaan lama, rasa takut terhadap kuasa gelap, maupun pergumulan spiritual lainnya. Pengalaman tersebut semakin meneguhkan keyakinan bahwa pelayanan harus dilakukan dengan doa yang tekun, pengajaran firman yang benar serta ketergantungan penuh kepada kuasa Kristus yang telah mengalahkan segala kuasa kegelapan.
- Kondisi ekonomi jemaat dan pembiayaan pelayanan
Perbedaan tingkat pendapatan jemaat menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program gereja. Tidak semua jemaat memiliki kemampuan yang sama untuk memberikan dukungan finansial. Akibatnya, beberapa program pelayanan mengalami keterbatasan, termasuk dalam memenuhi kewajiban iuran/tanggungan (klasis, sinode), serta pembayaran gaji pelayan. Kondisi ini mendorong gereja untuk semakin kreatif dalam mengelola dan mengembangkan sumber daya jemaat yang ada, menyusun prioritas program pelayanan dan tetap semangat melayani.
- Persoalan-persoalan lainnya
Selain hal-hal di atas, para pelayan juga mengangkat berbagai persoalan lain, seperti kelelahan dalam pelayanan, kebutuhan peningkatan kapasitas pelayan, perubahan sosial di tengah masyarakat, serta pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental dan spiritual para pelayan.
Tindak Lanjut
Sebagai hasil dari kegiatan sharing pelayanan ini, beberapa langkah tindak lanjut yang diharapkan dapat dilakukan adalah:
- Menjadikan kegiatan sharing pelayanan sebagai agenda rutin untuk saling mengevaluasi dan menguatkan.
- Meningkatkan pembinaan dan pemahaman terhadap Tata Gereja, Peraturan Pokok, dan berbagai kebijakan pelayanan GMIT.
- Memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pelayan, Majelis Jemaat dan seluruh warga jemaat.
- Mengembangkan pelayanan pastoral bagi jemaat maupun keluarga para pelayan agar memperoleh penguatan.
- Menyusun strategi pelayanan dan pembiayaan yang lebih realistis sesuai kondisi ekonomi jemaat, tanpa mengurangi semangat pelayanan.
- Meningkatkan kehidupan doa, pendalaman Alkitab dan pembinaan rohani agar para pelayan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pelayanan.
- Membangun budaya saling mendukung, saling mendoakan, dan saling mengingatkan dalam kasih Kristus.
Harapan
Melalui kegiatan sharing pelayanan ini, diharapkan setiap pelayan semakin diteguhkan dalam panggilannya sebagai hamba Tuhan. Sharing bukan hanya menjadi tempat mengungkapkan pergumulan, tetapi juga menjadi sarana menemukan kekuatan baru, hikmat, dan semangat untuk terus melayani dengan setia.
Kiranya kebersamaan yang telah terbangun mampu mempererat persaudaraan antar pelayan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaat, semakin dewasa dalam iman dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah dunia. Tuhan Yesus pemilik pelayanan kiranya senantiasa memberikan hikmat, kekuatan dan sukacita kepada setiap pelayan dalam mengemban tugas dan tanggung jawab pelayanan yang dipercayakan-Nya.
GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f
Laporan: Pdt. yft hb




