Oekona,gmitklasiskupangbarat.or.id, -Bulan Juni 2026 sudah dijalani selama 10 hari. Tepat di hari ke-10 Majelis Klasis GMIT Kupang Barat melakukan pertemuan bulanan (berkala) di Jemaat GMIT Hosana Oekona Desa Oenif Kecamatan Kupang Barat.

Perjalanan ke Oekona dari Kupang dapat melalui dua arah. Arah pertama setelah melewati Sikumana dan Bello maka mulai memasuki wilayah Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang yaitu Desa Oelomin, Desa Tunfeu, Desa Oben dan Desa Oemasi. Melewati longsoran dan perbukitan pepohonan Kasuari maka sampailah di Desa Oenif.
Arah kedua melalui Bakunase, Manulai 2 dan Jalur 40. Lalu memasuki wilayah Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang dengan pertama yaitu Desa Manulai 1, Kelurahan Batakte, Desa Sumlili yang sudah berbatasan dengan Samudera Hindia (Indonesia). Menyeberangi Kali Batulesa dan memulai pendakian di Desa Bone, Desa Taloitan, Desa Usapi Sonbai dan akhirnya mencapai Desa Oenif.
Pada kedua jalur perjalanan akan disuguhkan pemandangan yang berbeda. Jalur pertama terlihat hamparan perbukitan dengan pemandangan pepohonan Kasuari yang membentang dari Kecamatan Nekamese sampai Kecamatan Amarasi Barat. Di sinilah terkenal area Ikan Foti yang terus mengalami longsor setiap tahun, baik di arah ke Amarasi maupun ke arah belakang Nekamese. Musim penghujan tahun 2025/2026 telah merubah alur jalan akibat banyaknya titik longsoran. Arah pertama ini terancam terputus bila terjadi longsoran yang lebih besar lagi.
Sementara jalur kedua lebih banyak pemandangan pantai sejak mencapai Batulesa. Pantai Alamanda terbentang dengan hempasan ombak Samudera Hindia yang ganas dan ancaman buaya muara. Tantangan sesungguhnya di jalur ini karena akan melewati pendakian di Oebali sampai Banbiu yang ekstrim. Bebatuan yang besar memenuhi jalanan dan hempasan kendaraan yang tersendat dalam perjalanan akan membuat napas tertahan dan teriakan menggelegar. Masyarakat sering mengistilahkan jalur ini dengan hot muhel (peluk erat/kencang) karena hantaman yang dapat menyebabkan kecelakaan.
Sementara hot muhel di ketinggian perbukitan dapat memandang ke arah samudera yang luas. Sesekali dapat beristrahat melihat para peternak sapi yang memanggul dedaunan atau ternak sapi paron yang terikat di kandang.

Pertemuan di bulan Juni 2026 dipimpin oleh Wakil Ketua Majelis Klasis GMIT Kupang Barat Pdt. Netty S. Dubu, S.Si.Teol, M.Si dan Sekretaris MK Kupang Barat Pnt. Yavid Soru, SE, S.Pd. Dalam pertemuan disampaikan berbagai kegiatan yang telah berlangsung dan membahas berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan. Di akhir pertemuan dilakukan penjemaatan (sosialisasi) Pokok-Pokok Ajaran (PPA) GMIT bagian kedua oleh Pdt. Lusia Bilik, M.Si dari UPP Teologi Majelis Sinode GMIT. Penjemaatan ini merupakan bagian kedua, setelah bagian pertama dilaksanakan di bulan Mei. Setiap bulan akan terus disosialisasikan PPA GMIT dalam pertemuan klasis.
GMIT Klasis Kupang Barat bagi kemuliaan Tuhan.f
Laporan: Pdt. yft hb




